Lembaga Keuangan Zaman Khulafaur Rasyidin



Tradisi yang dibangun oleh Rasulullah diteruskan dan dikembangkan pada zaman para khalifah pengganti beliau. Tercatat misalnya kebiasaan musyawarah dalam suatu urusan yang melembaga di zaman mereka, dimulai dengan memilih Abu Bakar Siddiq sebagai khalifah. Contoh kedua adalah ketika Khalifah Umar bin Khattab menjelang akhir hayat membentuk sebuah lembaga yang terdiri dari beberapa orang sahabat untuk memilih beberapa orang penggantinya.

Baca juga : Lembaga Keuangan Masa Rasulullah

Baitul Mal semakin mapan bentuknya pada zaman Khalifah Umar bin Khattab. Pada masanya sistem administrasi dan pembentukan dewan-dewan dilakukan untuk ketertiban administrasi. Umar juga meluaskan basis zakat dan sumber pendapatan lainnya. Di lain pihak ia juga sangat memperhatikan kesejahteraan kaum muslimin sehingga terlahir ucapannya yang terkenal, bahwa jika ada keledai yang terperosok di Irak, iya akan ditanya oleh Tuhan mengapa ia tidak meratakan jalan tersebut. Umar juga terkenal dengan keadilan dan ketelitiannya sehingga pengawasan menjadi lembaga berwibawa di bawah pemerintahannya. Iya turun sendiri apakah mekanisme pasar berjalan dengan semestinya, menegur orang yang berusaha mencari keuntungan dengan cara yang tidak benar dan memberi selamat kepada para pedagang yang jujur. Umar memberlakukan Apa yang disebut dalam dunia perdagangan internasional zaman ini sebagai principle of reciprocity, dengan memberlakukan kuota kepada para pedagang yang datang dari Persia dan Romawi, karena kedua negara itu memperlakukan hal yang sama kepada para pedagang di Madinah. Namun kebijakan fiskal Umar yang paling populer dan mendapat kritikan pedas dari para sahabat adalah bahwa ketika Irak ditaklukan tentara muslimin, iya tidak membagikan tanah rampasan itu kepada tentara muslimin sebagaimana biasanya, melainkan membiarkan di tangan penduduk setempat dan memungut Kharaj dari para penduduk itu. 

Kebijakan Umar diteruskan oleh Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Tholib, khalifah-khalifah berikutnya. Yang patut dicatat dalam periode ini adalah bahwa para khalifah Rasyidin itu amat serius dalam memikirkan kesejahteraan masyarakat dengan memfungsikan secara maksimal pendapatan dan penerimaan dalam Baitul Mal. Fungsi Baitul Mal sebagai instrumen dalam kebijakan fiskal ini tentu hanya dapat terlaksana dengan pribadi pribadi yang jujur dan amanah tersebut.

Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code