Cara Cepat Menyelesaikan Skripsi Dalam Waktu 2 Bulan

 Cara Cepat Menyelesaikan Skripsi Dalam Waktu 2 Bulan, tips cepat selesai mengerjakan skripsi, skripsi cepat selesai, agar skripsi cepat selesai, skripsi selesai dengan cepat ini caranya

Kangipul.xyz - Cara Cepat Menyelesaikan Skripsi Dalam Waktu 2 Bulan, Skripsi menjadi sebuah tugas yang harus diselesaikan oleh mahasiswa tingkat akhir di semua kampus. Pada dasarnya skripsi ini adalah mata kuliah biasa yang sama seperti mata kuliah lain. Namun yang menjadi perbedaan adalah skripsi ini dilaporkan berupa hasil penelitian yang harus disajikan dalam bentuk karya tulis ilmiah, itupun harus dikerjakan sendiri tanpa ada campur tangan orang lain. Terkadang ini yang menjadi momok bagi mahasiswa saat sedang mengerjakan skripsi. Merasa bahwa dirinya tidak bisa menulis, merasa bahwa ini adalah tugas yang berat karena biasanya kalau mengerjakan karya tulis berupa makalah bisa secara kelompok, tapi ini justru harus dikerjakan sendiri.

Sebenarnya skripsi bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, karena kalau kita mau mengerjakan, pasti akan selesai juga kok. Percaya atau tidak bahwa kalau kita benar-benar mau mengerjakan dengan tekun/ istiqomah, saya jamin hanya dalam waktu 2 bulan kalian bisa menyelesaikan skripsi kalian secara sempurna. Entah percaya atau tidak, tapi setidaknya itu yang sudah saya rasakan.

Maka dari itu, dari pada cara ini hanya bisa saya rasakan sendiri, alangkah lebih baik kalau saya bisa berbagi dengan kalian yang sedang menyelesaikan skripsi agar bisa menyelesaikan skripsi hanya dalam waktu 2 bulan saja.
Tapi sebelu masuk pada pembahasan Cara Cepat Menyelesaikan Skripsi Dalam Waktu 2 Bulan, saya akan ulas sedikit tentang hal-hal yang berkaitan dengan mengerjakan skripsi.

Baca juga: Mengenal Tentang Perencanaan Keuangan

Hal-hal Yang Menghambat Mengerjakan Skripsi


Ada beberapa hal yang menjadikan skripsi kita tidak kunjung selesai, menjadi terbengkalai atau bahkan tidak terurus sama sekali. Bahkan yang paling mengkhawatirkan adalah kita lupa atau bahkan melupakan skripsi itu sendiri. Ini mengerikan ges. Kewajiban yang harusnya selesai lebih dulu, tapi justru kita duakan dengan hal-hal yang lain. Saya punya beberapa contoh kecil yang bisa menghambat skripsi kita tidak kunjung selesai sehingga kita tidak bisa menyelesaikan skripsi dengan cepat.

1. Sibuk dengan Pekerjaan Lain

Contoh pertama ini mungkin banyak terjadi pada mahasiswa yang sibuk dengan pekerjaan lain, seperti kuliah sambil kerja. Memang tidak ada yang melarang kalian mau kuliah sambil kerja atau tidak, justru saya menilai bahwa itu baik, karena bisa menjadi pengalaman bagi kita. Tapi jangan sampai lupa bahwa kita memiliki tugas wajib yang harus segera diselesaikan, yaitu skripsi. Karena dengan kita bisa menyelesaikan skripsi tepat waktu, maka secara tidak langsung kita sudah menyelesaikan pendidikan kita di kampus tersebut.

Jika kalian punya pekerjaan lain selain skripsi, alangkah lebih baik jika kalian bisa mengatur waktu untuk bekerja maupun untuk mengerjakan skripsi. Jika dirasa pekerjaan kalian benar-benar mengganggu kalian untuk mengerjakan skripsi, maka saya sarankan untuk istirahat dulu dari pekerjaan tersebut. INGAT, JIKA BENAR-BENAR MENGGANGGU. Kalau ternyata kalian bisa meminta ijin kepada bos kalian untuk tidak masuk kerja karena hendak mengurus segala kebutuhan terkait skripsi, baik persyaratan adminitrasi dan lain-lain, maka sebaiknya kalian ijin saja, tanpa harus keluar dari pekeraan tersebut.

2. Menyibukkan Diri dengan Pekerjaan Lain

Yang kedua ini terlihat sama dengan bagian pertama, namun sebenarnya berbeda. Kalau yang pertama, kalian memang benar-benar sibuk dengan pekerjaan lain, karena memang dari sebelum mengerjakan skripsi kalian sudah bekerja, tapi kalau bagian kedua ini karena kalian menyibukkan diri (sok sibuk) dengan pekerjaan lain, sehingga seakan-akan kalian memiliki pekerjaan penting selain skripsi, yang harus juga dikerjakan dalam waktu yang bersamaan. Biasanya hal ini terjadi karena kita malas mau mengerjakan skripsi, malas melihat skripsi, malas membuka laptop untuk mengerjakan skripsi dan alasan-alasan lain yang sengaja dibuat-buat.

Contohnya seperti ini, sebelum mengerjakan skripsi, kita nganggur, tidak ada kerjaan sama sekali. Nah ketika kita sudah mengampu mata kuliah skripsi, akhirnya mulai timbul rasa santai, menganggap bahwa waktu untuk mengerjakan skripsi masih panjang (Biasanya 1 semester penuh hanya untuk mengerjakan skripsi, kurang lebih 6 bulan). Disatu sisi banyak teman yang ada di sekitar kita sudah memiliki pekerjaan, sudah bisa menghasilkan uang dan ada juga yang sudah menikah. Dari sinilah akan timbul dalam diri suatu keinginan untuk bisa bekerja dan menghasilkan uang, sehingga kita mulai menyibukkan dengan mencari lowongan pekerjaan, atau mulai mencari bisnis yang instan, ingin buka usaha dan lain sebagainya, sehingga pikiran kita mulai penuh dengan ‘bagaimana saya bisa mendapatkan uang hari ini’, padahal secara tidak langsung kita justru mulai melupakan skripsi yang belum kita sentuh sama sekali.

Nah dari sinilah kita mulai menyibukkan diri kita untuk melakukan hal-hal lain (sok sibuk) dengan apa yang kita pikirkan yang kadang sebenarnya tidak perlu kita lakukan. Ada yang berusaha menjadi youtuber, ada yang beralasan membantu orang tua, ada yang beralasan ada acara ini dan itu dan alasan-alasan lain yang kita buat sendiri yang pada dasarnya (menurut saya) membohongi diri kita sendiri untuk tidak usah mengerjakan skripsi.

3. Melihat Teman Satu Kelas yang Belum Mengerjakan Skripsi

Ketika kita tahu bahwa teman kita banyak yang belum selesai, akhirnya kita pun juga ikut terbawa suasana. Kadang kita berfikir seperti ini:
“Alah santai aja, temen-temen yang lain aja juga belum ngerjakan”
Pemikiran seperti ini yang sebaiknya harus diubah. Karena begini, kita sebenarnya bisa memilih antara dua pilihan, pertama kita bisa melihat teman kita yang belum menyelesaikan/ mengerjakan skripsi, yang kedua kita bisa melihat teman kita yang sudah selesai mengerjakan skripsinya. Dari kedua pilihan tersebut, kita bisa memilih antara pilihan pertama maupun pilihan kedua. Kalau kita memilih yang pertama, maka kita akan selalu terbiasa untuk menunda pengerjaan skripsi, karena menganggap bahwa masih ada yang sama-sama belum mengerjakan, sehingga ketika satu per satu dari teman kita sudah ada yang selesai, kita masih tetap akan melihat teman kita yang belum selesai, hingga pada akhirnya kita lah yang paling akhir belum mengerjakan apapun. (menghawatirkan).

Tapi kalau kita mau melihat teman kita yang sudah selesai, maka keputusannya akan berbeda. Coba kita tanamkan pikiran seperti ini, “Mengapa saya belum selesai ya, padahal kita dulu masuk kuliah bareng, pelajaran juga bareng, ngerjakan bareng, tapi kok dia sudah selesai?”. Kalau kita mau berfikir seperti ini, maka kehidupan kita kedepan akan berbeda dengan ketika kita memilih pilihan pertama.

4. Malas

Kalau yang satu ini saya rasa semua memiliki dan merasakannya, tidak punya kegiatan apapun tapi berat yang mau melakukan apapun, kan jadi repot. Memang benar kalau semua manusia punya rasa malas, tapi bukan berarti kita tidak bisa mengendalikannya. Apalagi kalau sudah berhubungan dengan mengerjakan skripsi, kadang malas itu bisa 10x lipat dari malas biasanya.

Tapi satu menurut saya yang perlu diingat, bahwa pekerjaan hari ini sebisa mungkin harus diselesaikan hari ini, karena nanti atau besok akan ada pekerjaan baru yang harus diselesaikan. Pemahamannya seperti ini, jadi kita itu setiap hari sebenarnya punya suatu tugas yang harus dikerjakan, entah untuk diri kita atau untuk orang lain. Contoh, kita selaku mahasiswa, pekerjaan yang harus diselesaikan adalah belajar, penerapannya bisa berbeda-beda, seperti mengerjakan tugas makalah, skripsi, paper dan lain-lain. Terkait kehidupan sehari-hari, kita bisa menyuci, membersihkan kamar, menyapu lantai, mencuci sepeda dan lain-lain.

Kalau kita mau melihat, sebenarnya banyak pekerjaan kita yang harus diselesaikan, tapi karena kita sudah terbiasa malas, pada akhirnya kita tidak pernah menganggap itu ada, bahkan hal itu seakan tidak ada. Kan jadi repot.

5. Suka Membuat Alasan untuk Menundanya

Saat kita punya waktu luang, kadang tidak digunakan untuk mengerjakan skripsi. Justru kita buat hal-hal lain yang semestinya tidak diperlukan. Misalnya jam 6 pagi kita gak ada kerjaan nih, sebersit ada niatan untuk mengerjakan skripsi, tapi justru mencari alasan lain, “main game dulu lah, skripsinya dikerjakan nanti aja jam 8”. Karena larut dalam game, akhirnya sampai jam 8 merasa lapar. Keputusan bisa saja berubah menjadi “kok lapar ya, udah jam 8, cari makan dulu dah, nanti skripsinya dikerjakan jam 9 an aja”. Fiks, jam 8 gagal mengerjakan skripsi, acara pun berubah menjadi mencari makan. Setelah makan ternyata tidak langsung mengerjakan, menunggu nasinya turun ke bawah sambil leyeh-leyeh. Karena terlalu nyaman, akhirnya ketiduran. Dan niatan untuk mengerjakan skripsi gagal.

Ini satu contoh dari sekian banyak contoh alasan yang kadang suka kita buat-buat sendiri yang sebenarnya merugikan kita. Kalian mungkin pernah merasakan yang seperti ini.

Resiko Saat Kita Menunda Menyelesaikan Skripsi


Ada banyak resiko yang harus ditanggung ketika kita menunda untuk menyelesaokan skripsi tepat waktu. Diantara resiko-resiko tersebut antara lain:

1. Biaya Kuliah Bertambah

Tanpa kita sadari ketika kita menunda mengerjakan skripsi maka biaya perkuliahan kita juga akan bertambah, seperti biaya makan, biaya kos, biaya transportasi, pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), dan lain-lain. Hal ini harus kita pertimbangkan baik-baik, karena bukan hanya kita yang rugi, tapi juga orang tua. Kalau biaya kuliah memang dari diri kita sendiri yang mencari, mungkin resiko hanya kita yang menanggung, tapi jika biaya masih didapat dari orang tua, maka pada dasarnya kita sudah menyia-nyiakan usaha orang tua.

2. Terlambat Mendapat Pekerjaan

Berdasarkan pengalaman, jika kita tidak segera menyelesaikan kuliah, maka kesempatan kita untuk segera terjun di dunia kerja akan tertunda (bagi yang selama kuliah tidak sambil bekerja). Bayangkan jika ada orang butuh pegawai lulusan sarjana karena mau ditempatkan pada posisi manager misalnya, dan orang itu menawarkan pekerjaan itu kepada kita dengan gaji yang besar, karena mereka tau kalau kita kuliah, namun kita masih belum bisa mengambil kesempatan itu karena ijazah kita belum keluar, ijazah belum karena skripsi belum selesai, betapa ruginya kita.
 

3. Beban Pikiran

Tidak segera menyelesaikan skripsi dengan cepat akan berdampak pada psikologi kita. Mungkin kita bisa menganggap bukan beban, namun kita tidak bisa menipu hati kita sendiri bahwa kita sebenarnya masih punya beban untuk menyelesaikan skripsi. Tapi karena kita sering menunda dan menunda, akhirnya kita melupakan kewajiban tersebut.

Baca juga: Cara Merencanakan Keuangan Masa Depan

Cara Cepat Menyelesaikan Skripsi Dalam Waktu 2 Bulan


Nah, karena dari awal saya sudah ngomong panjang lebar tentang permasalahan-permasalahn yang mungkin kalian merasakannya meskipun tidak semuanya, kali ini saya akan berbagi sedikit tips kepada kalian tentang Cara cepat untuk bisa menyelesaikan skripsi hanya dalam waktu 2 bulan saja. Jika kalian benar-benar melakukannya dengan baik, insya Allah kalian akan selesai dalam waktu 2 bulan atau bahkan lebih cepat.

1. Memilih Judul Skripsi Yang Kamu Pahami

Sebelum kalian memutuskan untuk mengajukan judul skripsi, alangkah lebih baik jika kalian memahami terlebih dahulu materi apa yang kalian pahami selama berada di kampus. Ini penting karena dengan memahami materi yang hendak kalian jadikan skripsi, nanti akan berpengaruh pada proses selama pengerjaan skripsi tersebut. Selama kamu paham dengan materi tersebut, maka kalian akan lebih cepat menyelesaikan skripsi. Karena banyak para pejuang skripsi yang mentok di tengah jalan gara-gara judul dan materi yang hendak di ajukan tidak dipahami maupun kuasai sama sekali. (monitor.co.id)

2. Jangan Memilih Topik yang Memperberat Diri Sendiri

Memiliki topik pembahasan yang lain dari pada yang lain memang memiliki kesan kebanggaan tersendiri bagi diri kita. Namun apa jadinya kalau topik yang kita bahas justru memberatkan kita, baik dari segi pencarian sumber data, informan dan lain sebagainya. Skripsi yang baik bukanlah skripsi yang memiliki ketebalan sampai ribuan halaman, tapi skripsi yang baik adalah skripsi yang dapat selesai lebih cepat. Tapi tentunya tidak mengesampingkan kualitas skripsi itu sendiri. 

Sebagai mahasiswa tentu kalian ingin segera lulus, bukan ? Maka salah satu cara yang bisa kalian lakukan adalah memilih topik skripsi yang benar-benar kalian pahami dan kuasai.

3. Selalu Jalin Hubungan Baik Dengan Dosen Pembimbingmu

Dosen memiliki andil besar dalam proses penyelesaian skripsi kalian. Selalu turuti apa yang menjadi saran dari beliau, tetap sopan dan ramah adalah kunci utama membangun hubungan baik dengan dosen. Jangan sering-sering chat atau menghubungi beliau jika tidak ada balasan ketika kalian sudah menghubungi, bisa jadi beliau memiliki kepentingan yang tidak bisa diganggu oleh siapapun. Percayalah bahwa dosen kalian tidak akan melupakan kalian. 

Namun tidak menutup kemungkinan jika beliau lupa untuk mengoreksi skripsi kalian, maka sebagai saran agar kalian menghubungi beliau 1x dalam sehari, hanya untuk memastikan apakah skripsi kalian sudah dikoreksi atau belum.

4. Luangkan Waktu Minimal 1 Jam Untuk Mengerjakan

Yang paling utama adalah kalian harus punya waktu untuk mengerjakan skripsi, bisa tidak bisa kalian harus mengkhususkan waktu untuk membuka laptop dan mengerjakan minimal 1 jam dalam sehari. Mengapa 1 jam ? Karena waktu 1 jam ini kalau benar-benar digunakan untuk mengerjakan, kalian akan merasa kurang, bahkan 1 jam seperti hanya 10 menit, yang artinya kalian bisa saja kurang jika hanya dalam waktu 1 jam. Kalian bisa memilih antara jam 6 sampai 8 pagi. Karena pada waktu ini pikiran kalian masih segar, masih belum ada beban lain. Jika kalian bisa menyisihkan waktu lain yang sama (1 jam juga), maka itu akan lebih baik.

Analoginya seperti ini, jika dalam waktu 1 jam kalian bisa mengerjakan/ menghasilakn tulisan 2 lembar saja, kalau hal ini dikerjakan secara rutin dalam waktu 2 bulan (60 hari), kalian bisa menghasilkan tulisan sebanyak 120 lembar, dimana 120 lembar ini sudah sangat cukup untuk hasil skripsimu. Namun jika kalian bisa melakukan lebih dari 1 jam, maka waktu yang kalian butuhkan untuk menyelesaikannya akan lebih cepat.

5. Selalu Copy Paste File Skripsi kalian ke Flasdisk atau Upload di Menyimpanan Online

Kejadian tak terduga bisa saja terjadi pada kalian saat mengerjakan skripsi, seperti laptop tiba-tiba rusak, hardisk rusak, dan lain sebagainya. Untuk mengantisipasi hal tersebut sangat disarankan bagi kalian untuk selalu membuat cadangan file di tempat penyimpanan lain seperti flasdisk atau hardisk eksternal. Namun gunakan prouduk original agar kalian tidak mengalami hal-hal yang lebih parah lagi.

Tapi saya sangat menyarankan kalian untuk mengunggah file kalian ke penyimpanan online yang bisa kalian download kapan saja. Penyimpanan online yang mudah dan aman pada saat ini adalah OneDrive. Fitur ini sudah ada di semua perangkat laptop Windows 10, jadi kalian bisa memanfaatkan fitur tersebut selama mengerjakan skripsi. Untuk cara penggunaannya kalian bisa lihat pada artikel berikut ini.

Baca juga: Cara Menggunakan OneDrive di Laptop

6. Ada Niat = Kerjakan

Jika dalam hati kalian terbersit niat ingin mengerjakan skripsi, maka pada saat itu juga kalian harus mengerjakannya. Karena kalau niat ini dibelokkan ke arah yang lain, maka di lain waktu jika kalian punya niat yang sama, kalian akan membelokkannya lagi ke kegiatan lain, yang mungkin tidak perlu dikerjakan. Dan kasusnya adalah kalian akan melakukan kesalahan-kesalahan seperti yang sudah saya jelaskan diatas. (Ini diluar 1 jam yang sudah disebutkan diatas loh ya!. Karena 1 jam tadi adalah waktu wajib yang harus kalian sisihkan).

7. Minta dido’an Orang Tua

Meminta dido’akan oleh orang tua untuk kelancaran mengerjakan skripsi adalah wajib. Karena kesuksesan kita selain dari usaha kita sendiri juga banyak dari do’a orang tua. Sekeras apapun usaha kita kalau tidak pernah meminta dido’akan orang tua, bisa saja tidak diberkahi oleh Allah.   

Kita mungkin tidak atau kurang menyadari bahwa segala urusan kita yang seperti tidak pernah ada masalah, tidak ada beban, selalu lancar dalam menyelesaikan pekerjaan, itu adalah berkat do’a dari orang tua pula. Bisa saja saat mengerjakan skripsi, materi yang dibutuhkan mudah didapat, mendapatkan informan yang mudah ditemui, mudah diajak bicara, pengurusan administrasi berkas juga jarang menemui hambatan, mendapat dosen pembimbing yang fair dengan kita, mudah ditemui, dan masih banyak lagi.

8. Berdo’a Kepada Allah

Ini sudah menjadi kewajiban bagi kita semua untuk selalu meminta/ berdo’a kepada sang pemberi kehidupan. Bentuknya pun bermacam-macam, kalian bisa lakukan dengan cara sholat berjamaah, perbanyak sholat sunnah, perbanyak sedekah, dan lain sebagainya. Dengan begitu sedikit banyak insya Allah, jalan menuju kemudahan akan diberikan oleh-Nya. Yakinlah bahwa segala perintah Allah, jika kita ikhlas menjalankan, maka akan Allah ganti dengan sesuatu yang tidak pernah kita bayangkan.

Mungkin cukup sampai disini dulu penjelasan dari saya terkait Cara Cepat Menyelesaikan Skripsi Dalam Waktu 2 Bulan. Perlu saya ingatkan kembali bahwa tulisan ini berdasarkan pengalaman dan pengamatan dari penulis, yang pasti banyak kekurangan atau ketidaksesuaian dengan yang dialami teman-teman. Jadi saya sangat senang apabila ada tambahan tips lain yang sekira juga memberikan andil dalam kaitannya dengan cara cepat menyelesaikan skripsi ini.

Teman-teman yang punya pengalaman lain terkait Cara Cepat Menyelesaikan Skripsi, kalian bisa tulis di kolom komentar ya, biar tulisan ini bisa lebih lengkap dan memberikan banyak manfaat bagi teman-teman yang lain yang saat ini sedang berjuang menyelesaikan skripsi.



0 Response to "Cara Cepat Menyelesaikan Skripsi Dalam Waktu 2 Bulan"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel