Siapakah Pendamping Suami Di Surga Nanti ?


istri bisa membawa suami ke surga, apakah suami istri yang bercerai akan bertemu di surga, jumlah istri di surga, apakah suami istri bisa bertemu di alam kubur, suami menikah lagi setelah istri meninggal, apakah jodoh di dunia dan di akhirat sama, istri meninggal suami menikah lagi siapa pasangan di akhirat, istri dunia dan bidadari surga, istri dunia akhirat, jumlah istri di surga, surga untuk istri, syarat suami masuk surga"kunci surga suami, suami akhirat, istri-istri penghuni surga, keadaan wanita beriman di surga, bidadari untuk penghuni surga, surga seorang wanita setelah menikah, surga untuk suami
Siapakah Pendamping Suami Di Surga Nanti ?

Dari: (Kiki Absari Ningsih, PP. AINUL YAQIN, Ajung)

Kangipul.xyz - Pendamping suami di surga memang belum ada yang tau secara pasti siapa yang kelak menjadi pendamping suami saat berada di surga nanti.

Ada yang mengatakan bahwa kelak yang menjadi pendamping suami di surga adalah bidadari-bidadari yang putih, cantik nan mempesona wajahnya. 

Ada juga yang mengatakan bahwa pendamping suami saat berada di surga nanti adalah istri-istrinya yang dulu hidup bersamanya sampai akhir hayat.


Lalu sebenarnya siapa pendamping suami saat berada di surga nanti ? Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita pahami terlebih dahulu, berapa jumlah pendamping orang mukmin atau suami saat mereka berada di surga.

Jumlah Bidadari Untuk Orang Mukmin

Beberapa hadits Shohih menyebutkan bahwa seorang mukmin, kelak saat berada di surga akan mendapatkan dua istri dari golongan bidadari. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, 
“Kelompok pertama masuk ke surga dalam rupa seperti bulan purnama. Mereka yang menyusul kelompok itu seperti bintang yang paling terang cahayanya di langit. Mereka tidak buang air besar, buang air kecil, beringus, dan meludah. Sisir mereka terbuat dari emas, keringat mereka dari minyak kesturi, pedupaan mereka dari kayu gaharu, istri-istri mereka adalah para bidadari, akhlak mereka sama, dan dalam perawakan seperti bapak mereka, Nabi Adam a.s., yakni setinggi enam puluh hasta” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Sedangkan bila orang mukmin itu termasuk golongan orang yang mati syahid, maka mereka akan mendapatkan 72 (tujuh puluh dua) istri dari golongan bidadari. Tentang hal ini, Rasulullah Saw. bersabda
“Sungguh, orang yang mati syahid akan mendapat perlakuan khusus di sisi Allah, yaitu Dia akan mengampuni dosanya dari setiap tetes darahnya, akan diperlihatkan kepadanya tempatnya di surga, akan dirasakan kepadanya manis keimanan, akan dilindungi dari siksa kubur, dilindungi dari ketakutan luar biasa, dipakaikan pada kepalanya mahkota kehormatan bertatahkan permata yang satu saja permata itu lebih baik daripada dunia dan segala isinya, akan dikawinkan dengan tujuh puluh dua bidadari, dan akan diberi kesempatan untuk memberikan syafaat kepada tujuh puluh kerabatnya” (HR Ahmad, Al-Tirmidzi, Ibn Majah).

Dari hadits-hadits diatas dapat diambil kesimpulan bahwa pendamping suami saat berada di surga nanti adalah 2 istri dari golongan bidadari surga. Sedangkan mereka yang termasuk golongan syuhada' (orang yang mati syahid), akan mendapatkan 72 istri dari golongan bidadari.

Namun, tidak ada keraguan bahwa seorang mukmin akan memperoleh lebih dari dua istri di surga. Hal ini dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan Abdullah ibn Qais, dari ayahnya, bahwa Rasulullah Saw. bersabda,
“Setiap hamba yang beriman akan mendapatkan tenda di surga yang terbuat dari permata yang diukir dan panjangnya enam puluh mil. Di sana, seorang hamba memiliki beberapa istri. Dia mendatangi mereka secara bergiliran, sementara sebagian dari mereka tidak melihat sebagian yang lain” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Dalil yang menjelaskan bahwa setiap Mukmin akan memperoleh lebih dari dua istri di surga adalah beberapa penjelasan dalam hadis-hadis dha‘îf dan hasan bahwa dia mendapatkan lebih dari dua istri. Selain itu, dalam beberapa hadis juga disebutkan bahwa dia akan mendapatkan tujuh puluh dua istri dari golongan bidadari, di samping istri-istrinya di dunia.

Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda,
“Penghuni surga yang tingkatannya paling rendah mendapatkan tiga ratus pelayan. Setiap hari, dia diberi makan dan untuknya dihidangkan tiga ratus piring dari emas. Setiap piring mempunyai warna yang berbeda dari yang lain. Dia merasakan kelezatan pada piring pertama seperti kelezatan pada piring terakhir. Dia juga mendapatkan minuman dalam tiga ratus gelas yang masing-masing mempunyai warna yang berbeda dari yang lain, dan dia merasakan kelezatan pada gelas pertama seperti kelezatan pada gelas terakhir. Dia akan berkata, ‘Ya Tuhanku, sekiranya Engkau mengizinkanku, niscaya aku akan memberi makan dan minum kepada penghuni surga tanpa mengurangi sedikit pun apa yang ada padaku.’ Dia mendapat tujuh puluh dua istri dari golongan bidadari di samping istri-istrinya di dunia. Masing-masing dari mereka akan menempati tempat duduk seluas satu mil” (HR Ahmad).

Hadis ini berbeda dari hadis sebelumnya dalam menentukan jumlah istri dari perempuan dunia. Dalam hadis ini tidak disebutkan jumlahnya, sedangkan pada hadis pertama disebutkan bahwa dia akan mendapatkan dua istri dari penghuni dunia. Hal ini didasarkan pada pemahaman umum yang mengatakan bahwa kaum perempuan yang menghuni surga lebih sedikit.

Beberapa hadits diatas pada intinya menjelaskan tentang berapa jumlah pendamping orang mukmin atau suami kelak saat berada di surga.

Antara Perempuan Mukmin dan Bidadari

Lalu, siapakah yang lebih baik dan lebih cantik antara perempuan dunia keturunan adam dengan bidadari ?
Dalam hal ini, Al-Qurthubi mengatakan jika ada perbedaan antara perempuan keturunan Adam (manusia) dengan bidadari surga. Ada yang berkata, 
“Bidadari lebih utama, karena sifat-sifat mereka yang disebutkan dalam Al-Quran dan Sunnah. Ketika mendoakan suatu jenazah, Rasulullah Saw. bersabda, ‘Gantilah untuknya istri yang lebih baik daripada istrinya’” (HR Muslim, Al-Tirmidzi, Al-Nasa’i, Ahmad, dan Ibn Majah).
Ada juga yang berkata, 
“Perempuan keturunan anak Adam lebih utama tujuh puluh ribu kali dibandingkan dengan bidadari.” Hibban ibn Abi Jabalah berkata, “Perempuan dunia yang masuk ke surga akan diberi keutamaan atas bidadari karena amal ibadahnya di dunia” (Tafsîr Al-Qurthubî, jil. 17, hh. 187-188).

Secara logika, pendapat yang disampaikan oleh Al-Qurthubi dalam kitab tafsirnya yang menyebutkan bahwa perempuan dunia lebih utama daripada bidadari surga adalah tepat. Sebab, perempuan mukmin telah banyak bersabar dalam menjalankan ketaatan, sabar dalam meninggalkan kemaksiatan, dan bersabar dalam menghadapi musibah dan berbagai hal yang melelahkan. 

Sebaliknya, bidadari yang hidup di surga tidak pernah diuji dengan kemaksiatan yang menghalanginya untuk taat kepada Tuhannya, atau tidak diuji dengan suami yang dholim yang melarangnya untuk taat kepada aturan agama.

Adapun maksud doa Rasulullah Saw., “Gantilah untuknya istri yang lebih baik daripada istrinya” adalah di akhirat kelak istri orang Mukmin lebih cantik dan jelita dibandingkan pada saat berada di dunia, jika ia masuk surga. Karena, yang dimaksud dengan istri (zawj) dalam doa Nabi Saw. itu adalah istri yang dinikahinya di dunia.

Dengan demikian, istri di akhirat lebih utama daripada istri di dunia dalam hal apa pun. Sementara itu, mengenai jumlah istri, dia mendapatkan satu istri di dunia dan sekurangnya dua istri dari bidadari. Mengenai tata cara pernikahan, wali bagi suami-istri itu adalah Allah, sebagaimana firman-Nya,...dan Kami kawinkan mereka ... (QS Al-Dukhân [44]: 54).

Siapa Pendamping Suami Saat Di Surga Nanti?

Dalam sebuah hadits disebutkan, bahwa ketika itu Ummu Salamah berbincang-bincang dengan Rasulullah.
Ummu Salamah berkata, “Ya Rasulullah, mana yang lebih utama, perempuan atau bidadari?”
Beliau bersabda, “Akan tetapi, perempuan dunia lebih utama daripada bidadari, seperti keutamaan sesuatu yang tampak atas sesuatu yang tersembunyi.”
Ummu Salamah berkata, “Ya Rasulullah, mengapa demikian?” Beliau bersabda, “Karena shalat, puasa, dan ibadah lain yang mereka kerjakan dengan ikhlas, Allah Swt. memberikan cahaya pada wajah mereka, pakaian sutra di badan mereka, warna putih, pakaian berwarna hijau, dan perhiasan berwarna kuning. Pedupaan-pedupaan mereka terbuat dari permata dan sisir mereka terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami abadi sehingga tidak akan pergi untuk selamanya. Kami selalu menyenangkan sehingga tidak akan menyusahkan untuk selamanya. Kami menetap sehingga tidak akan pergi untuk selamanya. Kami selalu rela sehingga tidak akan marah untuk selamanya. Berbahagialah orang yang menjadi milik kami dan kami menjadi miliknya.’”
Ummu Salamah bertanya, “Ya Rasulullah, perempuan di antara kami menikah dengan dua, tiga, atau empat suami, lalu dia meninggal dan masuk surga. Suami-suaminya pun masuk surga bersamanya. Siapakah yang akan menjadi suaminya di surga?”
Beliau menjawab, “Wahai Ummu Salamah, perempuan seperti itu akan diberi kebebasan untuk memilih. Dia akan memilih suami yang paling baik akhlaknya. Lalu perempuan itu berkata, ‘Ya Tuhanku, orang ini berakhlak sangat baik kepadaku di dunia. Karena itu, kawinkanlah aku dengannya.’ Wahai Ummu Salamah, akhlak baik mendatangkan kebaikan di dunia dan akhirat” (HR Al-Thabarani).
Hadits diatas menjelaskan bahwa seorang istri masuk surga dan pernah menikah dengan laki-laki lebih dari satu (yakni dua, tiga atau empat), dimana suami-suaminya juga masuk surga, maka istri itu bebas memilih suami mana saja sesuai dengan yang diinginkannya. 

Namun yang perlu digarisbawahi adalah Nabi sempat menyebutkan bahwa "Dia akan memilih suami yang paling baik akhlaqnya", memberikan ketegasan bahwa kelak suami yang berpotensi paling besar untuk dipilih seoeang istri, adalah dia yang paling baik akhlaqnya.

Ibnu Hajar Al-Haitami menyebutkan dalam kitabnya Al-Fatawaa Al-Haditsiyah juz 1 halaman 236, beliau mengatakan:
وأن للرجل زوجتين من نساء الدنيا وبذلك يعلم اشتراك أهل الجنة جميعهم في الحور ونساء الدنيا
Bagi orang laki-laki terdapat dua istri dari wanita-wanita istrinya semasa didunia, dengan demikian diketahui bahwa pria penduduk surga semuanya dalam kesamaan mengambil istri dari golongan bidadari serta wanita-wanita dunia.
Jadi pada intinya, yang menjadi pendamping suami di surga ketika dia memiliki istri lebih dari satu, belum ditemukan dasar/dalil yang pas yang khusus membahas tentang suami memilih istri yang mana. Namun kalau kita nisbatkan dengan hadits dari Ummu Salamah di atas, maka bisa jadi Suami akan memilih istri yang terbaik (akhlaqnya) untuk dijadikan pendamping kelak di surga.

والله اعلم بالصواب

Demikian ulasan singkat tentang siapa pendaping suami saat berada di surga nanti bila istrinya lebih dari satu. Semoga dapat menambah wawasan dan khazanah keilmuan baru. Dan apabila ada kesalahan dasar, bisa dikoreksi. 


0 Response to "Siapakah Pendamping Suami Di Surga Nanti ?"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel