Hukum Mengqadha Shalat Orang Yang Telah Meninggal

 shalat untuk orang tua yang sudah meninggal, dalil qadha shalat orang yang telah meninggal, fidyah shalat bagi orang yang meninggal, cara shalat qadha orang yang sudah meninggal, cara mengganti shalat orang sakit, hitungan fidyah orang yang sudah meninggal, cara mengganti shalat orang tua yang sakit, ijab kabul fidyah orang meninggal, pengganti shalat bagi orang yang meninggal
Hukum Mengqadha Shalat Orang Yang Telah Meninggal

Hukum Mengqadha Shalat Orang Yang Telah Meninggal

Mengqadha atau Menggantikan sholat orang yang sudah meninggal boleh dilakukan maupun tidak. Karena dalam permasalahan Menggantikan sholat orang yang sudah meninggal, ulama berbeda pendapat terutama dari kalangan Imam Syafi'i.

Perbedaan pendapat tentang Mengqadha sholat orang yang sudah meninggal ini tidak harus diperdebatkan, karena setiap pendapat memiliki dasar hukum masing-masing.

Perbedaan pendapat tentang 'Mengqadha sholat orang yang sudah meninggal' ini dapat kita lihat dari beberapa pembagian di bawah ini.

Baca Juga: Hukum Mengganti Puasa Orang Yang Telah Meninggal

Pendapat yang pertama mengatakan bahwa  sholat yang ditinggalkan oleh orang yang sudah meninggal itu tidak perlu diqodho dan tidak perlu membayar fidyah.

Sedangkan perdapat kedua memilih untuk Mengqodhonya. Pendapat tentang  'Mengqadha sholat orang yang sudah meninggal' ini dipilih oleh Imam Subky. Bahkan beliau mengajarkannya untuk sahabat-sahabat beliau.

Pendapat ketiga terkait 'Mengqadha sholat orang yang sudah meninggal' adalah memilih untuk membayar fidyah. 

Hitungan fidyah orang yang telah meninggal yakni mengganti setiap satu sholat dengan 1 mud makanan pokok (62,5 gram).

Dalil qadha Shalat orang yang telah meninggal

Dalil qadha Shalat orang yang telah meninggal pada Ketiga pendapat terkait permasalahan 'hukum Mengqadha sholat orang yang sudah meninggal' didasarkan pada kitab I’aanah at-Thoolibiin, syarah Fatkhul Mu'in.

( فائدة ) من مات وعليه صلاة فلا قضاء ولا فدية وفي قول كجمع مجتهدين أنها تقضى عنه لخبر البخاري وغيره ومن ثم اختاره جمع من أئمتنا وفعل به السبكي عن بعض أقاربه ونقل ابن برهان عن القديم أنه يلزم الولي إن خلف تركة أن يصلى عنه كالصوم وفي وجه عليه كثيرون من أصحابنا أنه يطعم عن كل صلاة مدا وقال المحب الطبري يصل للميت كل عبادة تفعل واجبة أو مندوبة

(Faidah) Barangsiapa meninggal dunia dan padanya terdapat kewajiban shalat maka tidak ada qadha dan bayar fidyah.

Menurut segolongan para mujtahid sesungguhnya shalatnya juga diqadhai berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan lainnya karenanya segolongan imam cenderung memilih pendapat ini dan Imam Subky juga mengerjakannya untuk sebagian kerabat-kerabat beliau.

Ibn Burhan menuqil dari qaul qadim wajib bagi wali bila mayit meninggalkan warisan untuk menshalati ats namanya seperti halnya puasa, sebagian ulama pengikut syafi’i memilih dengan mengganti setiap satu shalat satu mud.
Syekh Muhib at-Thabry berkata “Akan sampai pada mayat setiap ibadah yang dikerjakan baik berupa ibadah wajib ataupun sunah” (I’aanah at-Thoolibiin I/24)
Dalam kitab Fatkhul Mu'in karya Zainuddin Al-Malibary, disebutkan:
من مات وعليه صلاة فرض لم تقض ولم تفد عنه، وفي قول: إنها تفعل عنه، أوصى بها أم لا، حكاه العبادي عن الشافعي لخبر فيه، وفعل به السبكي عن بعض أقاربه

Artinya, “Orang yang sudah meninggal dan memiliki tanggungan shalat wajib tidak diwajibkan qadha dan tidak pula bayar fidyah. Menurut satu pendapat, dianjurkan qadha’, baik diwasiatkan maupun tidak, sebagaimana yang dikisahkan Al-‘Abadi dari As-Syafi’i karena ada hadis mengenai persoalan ini. Bahkan, As-Subki melakukan (qadha shalat) untuk sebagian sanak-familinya.”
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori juga disebutkan:

من مات وعليه صيام صام عنه وليه

Artinya, “Siapa yang meninggal dan memiliki tanggungan puasa, wajib bagi keluarganya untuk mengqadhanya,” (HR Al-Bukhari).

Hadits diatas pada prinsipnya menganjurkan untuk 'Mengqadha puasa orang yang sudah meninggal'. Namun disematkan pada 'Mengqadha sholat orang yang sudah meninggal'. Karena kedua ibadah ini sama-sama ibadah badaniyah (ibadah yang dilakukan oleh fisik). Dalam Syarah Shahih Muslim, An-Nawawi juga menguraikan perdebatan ulama terkait hal ini. 

Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah ibadah sholat yang dilakukan oleh orang yang masih hidup, pahalanya bisa sampai kepada mayit ? An-Nawawi menjelaskan:

ذهب جماعات من العلماء إلى أنه يصل إلى الميت ثواب جميع العبادات من الصلاة والصوم والقراءة وغير ذلك وفي صحيح البخاري في باب من مات وعليه نذر أن ابن عمر أمر من ماتت أمها وعليها صلاة أن تصلي عنها

Artinya, “Sekelompok ulama berpendapat bahwa pahala seluruh ibadah (yang dihadiahkan kepada orang yang meninggal) sampai kepada mereka, baik ibadah shalat, puasa, dan membaca Al-Qur’an. Dalam shahih al-Bukhari, bab orang yang meninggal dan masih memiliki kewajiban nadzar, Ibnu Umar memerintahkan kepada orang yang meninggal ibunya dan memiliki tanggungan shalat untuk mengerjakan shalat untuk ibunya.”

Kesimpulannya, 'Hukum Mengqadha sholat orang yang sudah meninggal' ada tiga pendapat, yakni:

1. Tidak perlu digantikan ataupun dibayar fidyah
2. Boleh digantikan dengan sholat
3. Boleh digantikan dengan membayar fidyah saja

Semua pendapat tentang Hukum Mengqadha sholat orang yang sudah meninggal' ini memiliki dasar hukum (dalil) masing-masing. Tinggal kita mau memilih dasar hukum yang mana.

Lalu bagaimana Niatnya Sholat Untuk orang yang sudah meninggal ?

Cara Niat 'Qadha Sholat Untuk Orang Yang Sudah Meninggal'

Ada dua bentuk lafadz niat sholat qadha untuk orang yang sudah meninggal, yaitu secara singkat dan secara lengkap. Secara singkat seperti berikut:

Usholly Farda ..... Qodoan An Fulan (......) Lillahi Taala. Saya niat sholat fardu............ Sebagai sholat qoda' dari(...........) karena Allah Ta'ala.

اصلى فرض ..... قضاء عن ..... لله تعلى

Contoh mengganti sholat Dzuhur, untuk Bapak Fulan.

اصلى فرض الظهر قضاء عن فلان لله تعلى

'Saya niat sholat fardhu Dzuhur sebagai sholat qodho dari Fulan karena Alah Ta'ala.

Sedangkan niat secara lengkap, seperti berikut:

اصلي فرض الظهر اربع ركعات لقضاء فولا (ناما اوراع ياع دي قضاء) مستقبل القبلة لله تعالى (فرضا لله تعالى)

Aku sholat pada kafarduanya sholat Dzuhur empat roka'at untuk qadha si fulan (nama orang yg di qadha) menghadap qiblat lillahi ta'ala/fardol lillahi ta'ala... 

Lalu bagaimana Cara Shalat Qadha untuk orang yang sudah meninggal ?

Cara shalat Qhada untuk orang yang sudah meninggal adalah sebagaimana shalat orang yang masih hidup. Mulai dari pergerakan, do'a dan syarat rukunnya sama. Tidak ada perbedaan sama sekali.

Demikian uraian singkat tentang 'Hukum Mengqadha Sholat Orang Yang Sudah Meninggal'. Semoga dapat menambah wawasan kita tentang hukum agama dan bisa ilmu yang kita dapatkan manfaat dan barokah di dunia dan akhirat. Aamiin

والله اعلم بالصواب

0 Response to "Hukum Mengqadha Shalat Orang Yang Telah Meninggal"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel