Mengapa Anak Baik Biasanya Semakim Baik, Dan Anak Nakal Biasanya Semakin Nakal!


Mari renungkan bersama Sabda beliau (Rasulullah SAW)

عَنْ عَبْدِ اللّٰهِ بْنِ عَمْرٍو عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ (رواه الترمذي)

Dari Abdullah bin Amr, Dari Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Ridha allah tergantung pada ridha orang tua, Dan murka allah tergantung pada murka orang tua”. 
(HR. at-Tirmidzi).

Artinya setiap anak yang baik, Pasti membuat ridho orang tuanya, Hal ini akan membuat Allah ridho juga kepadanya. Tapi setiap anak nakal, Pasti membuat orangtuanya murka, Dan itu akan membuat Allah murka juga kepadanya.

Jika kita renungkan hadist di atas maka akan kita temukan bahwa anak nakal dan anak baik itu bergantung pada ridho dan murka orangtuanya.

Lebih jelasnya mari kita perhatikan siklus berikut!.

Siklus Anak Baik: Anak Baik -> Orangtua Ridho -> Allah Ridho -> Keluarga Berkah -> Bahagia -> Anak Makin Baik. 

Siklus Anak Nakal: Anak Nakal -> Orangtua Murka -> Allah Murka -> Keluarga Tidak Berkah -> Tidak Bahagia -> Anak Makin Nakal. 

Kalau tidak ada yang memutus siklus tersebut, Maka akan terjadi pola anak baik akan semakin baik, Anak nakal akan semakin nakal.

Bagaimana cara memutus siklus Anak Nakal?. Ternyata kuncinya bukan pada anak melainkan pada ORANG TUANYA.

Anak Nakal -> Orangtua Ridho -> Allah Ridho -> Keluarga Berkah -> Bahagia -> Anak jadi baik.

Berat? Iya, Tapi nilai kemuliaannya sangat tinggi. Bagaimana caranya kita sebagai orangtua bisa ridho ketika anak kita nakal?.

Ini kuncinya, Allah Ta'ala Berfirman.

إِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Bila kalian memaafkannya, Menemuinya dan melupakan kesalahannya. Maka ketahuilah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang!". (QS 64:14).

Caranya orang tua ridho adalah menerima anak tersebut, Memaafkan dan mengajaknya dialog, Rangkul dengan sepenuh hati, Terakhir lupakan kesalahannya.

Kemudian sebagai pengingat selanjutnya, Kita menguncinya dengan pesan dari Umar bin Khattab.

"Jika kalian melihat anakmu berbuat baik, Maka puji dan catatlah, Apabila anakmu berbuat buruk, Tegur dan jangan pernah engkau mencatatnya".

Dan berdo'alah selalu.

اللهم أَشْهَدُكَ أنِّي رَضِيْتُ بِوَلَدِي... رِضًا تَامًّا كَامِلًا وَافِيًا فارْزُقْهُ اللّٰهُمَّ رِضَاكَ بِرِضَايَ لَهُ.

"Ya Allah, Aku bersaksi bahwa aku ridho kepada anakku (Dengan menyebutkan nama anak), Dengan ridho yang paripurna, Ridho yang sempurna dan ridho yang paling komplit. Maka berikanlah ya Allah keridhoan-Mu kepadanya demi ridhoku kepadanya!"

Tidak ada anak nakal, Yang ada hanyalah anak belum tau. Tidak ada anak nakal, Yang ada hanyalah orang tua yang tidak sabar. Tidak ada anak nakal, Yang ada hanyalah pendidik yang terburu-buru melihat hasil.

Dan berdo'alah selalu:

رَبَّنَا هَبْ لَـنَا  مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

"Ya Tuhan kami, Anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), Dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.

Allah satu-satunya yang membolak-balikkan hati hambanya. Maka mintalah kepada dzat yang memilikinya. Lihatlah keajaibannya.

"Yaa Muqallibal Quluub, Tsabit Qalbi 'Ala Diinik" (Wahai dzat yang membolak-balikkan hati, Teguhkan hati kami di atas agamamu!)".

Semoga allah menjadikan anak keturunan kita termasuk anak-anak yang baik, Sholeh sholehah, Taat kepada allah dan berbakti kepada orang tua.

Sumber: Facebook page

0 Response to "Mengapa Anak Baik Biasanya Semakim Baik, Dan Anak Nakal Biasanya Semakin Nakal!"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel