3 Cara Merencanakan Keuangan Masa Depan

cara merencanakan keuangan masa depan, proses perencanaan keuangan, contoh perencanaan keuangan, cara membuat perencanaan keuangan, keuangan masa
Bagaimana Cara Merencanakan Keuangan Masa Depan ?
Setelah kita tahu Apa Itu Perencanaan Keuangan, maka selanjutnya kita harus tau bagaimana  Merencanakan Keuangan untuk masa depan?. Perlu anda ketahui bahwa disaat anda sedang mengalami kejayaan pada keuangan hari ini, maka anda perlu memikirkan masa depan mulai saat ini. Karena keputusan anda tentang keuangan di masa depan, tergantung bagaimana anda menyikapi keuangan anda saat ini. Disini ada 3 langkah yang bisa Anda lakukan untuk merencanakan keuangan anda di masa depan. Diantaranya adalah:

1. Kenali Kondisi Keuangan

Mari kita kenali sebenarnya keluarga kita PUNYA APA SAJA? Tanda bahwa kita punya kekayaan adalah punya harta benda. Dalam hal ini harta benda Anda adalah:
  • Semua uang dan barang berharga yang kita miliki seperti rumah tinggal, tabungan, toko, perhiasan, dan lainnya.
  • Dapat dijual atau dijadikan tunai di masa depan dengan nilai yang masih bagus.
Harta benda yang kita miliki hendaknya dicatat dalam sebuah tabel. Namun, tidak semua barang berharga dicatat ke dalam tabel, hanya barang berharga yang memiliki potensi nilai besar yang untuk dijual di masa depan. Sebagai contoh: Oven dan televisi tidak perlu dimasukkan dalam tabel karena nilai jual di masa depan tidak besar.

Utang adalah semua kewajiban yang kita miliki baik itu kewajiban dalam bentuk pinjaman uang ataupun kredit pembelian barang seperti motor. Berikut contoh tabel harta dan utang untuk memudahkan perhitungan total kekayaan:

Harta
Rupiah
Utang
Rupiah
Uang didompet

Kas bon warung

Tabungan

Utang ke saudara

Rumah

Kredit motor

Motor

Kredit rumah

Tanah, Sawah, Kebun

Kredit barang elektronik

Perhiasan

Kredit modal usaha

Harta lain

Pinjaman lain

Total Harta
(Jumlahkan)

Total utang (Jumlahkan)

TOTAL KEKAYAAN BERSIH (Harta – Utang): Rp.

Apabila total harta yang dimiliki lebih besar dibandingkan total utang, maka kondisi keuangan kita baik. Namun jika total harta lebih kecil dibandingkan total utang, maka kondisi keuangan kita kurang baik.

Walaupun kita memiliki harta seperti rumah, motor, dan lainnya, namun harta tersebut bukan sepenuhnya milik kita. Harta tersebut berasal dari utang-utang yang dimiliki. Jadi meskipun memiliki rumah dan motor, belum tentu kita kaya raya. Apabila total kekayaan kita bernilai negatif, maka kita perlu memikirkan solusi untuk mengatasinya. Dan memasukkan solusi mengatasi utang dalan tujuan keuangan.

2. Tentukan Keinginan dan Contoh Perencanaan Keuangan

Daftar seluruh keinginan yang hendak dicapai saat ini dan di masa depan. Apa yang anda inginkan atau butuhkan? Untuk setiap impian, tulislah kebutuhan dana yang diperluka dan waktu pencapaian tujuan. Contoh rencana keuangan seperti tabel berikut:

No
Impian
Kapan?
1
Saya dan istri ingin membeli motor seharga Rp. 10 juta
2 tahun lagi
2
Saya ingin mencicil rumah untuk keluarga seharga Rp. 200 juta
5 tahun lagi
3
Saya ingin mempersiapkan uang sekolah untuk anak masuk Sekolah Dasar sebesar Rp. 2 juta
6 tahun lagi

3. Tentukan Keinginan Utama

Sebagai manusia kita imunya memiliki keinginan yang tidak terbatas. Selalu ada saja keinginan yang muncul. Namun sayangnya kita tidak bisa memenuhi seluruh keinginan tersebut karena adanya keterbatasan. Salah satu keterbatasan yang dimiliki adalah kemampuan keuangan. Oleh karena itu kita perlu membuat urutan keinginan mana yang harus didahulukan.
Contoh keinginan yang dimiliki:
- Membeli motor ke 2
- Menyiapkan dana pendidikan anak
- Membeli baju baru

Dari tujuan keuangan tersebut, berikut ranking yang disarankan:
1. Menyiapkan dana pendidikan anak
2. Membeli motor kedua
3. Membeli baju baru

Membuat Tujuan Utama Dalam Keuangan Masa Depan

Manakah yang lebih penting untuk anda

Kebutuhan


  1. Kebutuhan keluarga inti 
  2. Kebutuhan rumah tangga 
  3. Kebutuhan rumah tinggal 
  4. Dana kelahiran anak 
  5. Dana pendidikan anak 
  6. Kebutuhan kendaraan 
  7. Kebutuhan darurat 
  8. Dana pensiun


Kewajiban agama 


  1. Zakat (Umat muslim)
  2. Perpuluhan (umat nasrani)
  3. Sedekah
  4. Sosial


Kebutuhan keluarga kandung 


  1. Uang untuk orang tua 
  2. Uang untuk adik kandung


Kebutuhan keluarga besar 


  1. Uang untuk saudara 


kebutuhan lain


Sebaiknya anda mendahulukan kebutuhan agama, berikutnya kebutuhan keluarga inti, diikuti kebutuhan keluarga kandung, kemudian jika masih ada sisa bisa untuk kebutuhan keluarga besar, barulah untuk kebutuhan lain. Sudah tepat kah anda dalam membuat urutan prioritas ?

Itulah beberapa cara yang bisa diterapkan dalam membuat perencanaan keuangan masa depan anda. Bagi Anda yang sedang membangun keluarga muda, rencanakanlah sedini mungkin agar hidup lebih terarah dan berkualitas. Selamat mencoba!

Posting Komentar

2 Komentar

  1. Thanks mas tipsnya. sangat bermanfaat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama,
      terima kasih sudah mampir��

      Hapus

Ad Code